Rabu, 28 Maret 2012

menengok ke belakang

yaaa jadi gini, sekarang setelah semester awal selesai, aku ngerasa ini udah jadi TITIK TERTINGGI yang pernah aku laluin di hidup ku. secara aku ngerasa semua kebutuhan aku udah terpenuhi, mungkin kesannya aku orang yag ngerasa cepet puas. bukan gitu, aku nggak tau harus ngapain lagi sekarang, selama ini target ku yang aku gantungin paling tinggi utuk waktu dekat udah kewujud semua nilai yang memuaskan, kebutuhan hidup yang nggak kurang", teman" yang segudang, kehidupan yang menaraik. jadi sekarang aku mikir, apa aku terlalu banyak melihat ke belakang ya? .. udah beberapa watu belakangan ini aku bayak ngeliat ke belakang dimana aku berharap aku bisa jadi orang yang lebih bersyukur dan dapat menerima keadaan ku sekarang, setidak nya bisa bikin aku nggak nunutut berlebihan ke kedua orangtua ku lah. itu juga jadi salah satu target aku. dan sekarang aku di sini, di kamar kos ku yang bakal jadi tempat ternyaman ngabisin waktu luang... ngersa nyaman yang se-nyaman-nyamannya. aku jadi ngerasa apa yang aku harus lakuka berikutnya? kenyamanan ini malah bikin aku jadi gelisah, deadline yang biasanya bisa bikin orang-orang nggak nyaman, sekarang aku jalanin tenang dan aku yakin deadlen itu bakal berlalu setelah watunya tiba.
menengok kebelakang, yahh memang sekarang itu hal yang paling sering aku lakukan. kehidupan ku yang berubah menuntut aku untuk menjadi anak yang lebih nerimo. jadi, stiap appa yang udah aku terima terus aku sampe di kos dan aku akan sedikit merenungkan hal tersebut, kadang sedikit berdialok dengan Sang Kuasa agar tetap berada di jalan nya segalau apapun aku, dan pada alkhirnya aku akan merasa nyaman, terima, bahkan tanpa sepengetahunku, aku jadi lebih banyak berfikir positif setelahnya. menengok kebelekang, melihat keadaan lain di tempat lain, melihat mereka yang tidak bersekolah dan di tuntut sejuta kebutuhan yang mereka nggak tau harus mewujidkannya dengan jalan apa. mereka teman-teman ku juga menghadapi hidup yang lebih susah, kalo kata guru ku "anda bisa mengamputasi sedikit kebahagiaan anda untuk kebahagiaan yang lebih besar" bila di bandingkan dengan aku sekarang, aku di berikan kesempatan untuk menuntut ilmu lebih tinggi dari mereka bahkan kalo kalian tau sebenernya mereka punya potensi lebih dari aku, lalu harus kah aku di sini berfoya-foya mneghabiskan harta orang tua dan menyia-nyiakan usaha besar yang udah orang tua kita lakukan??
mungkin kita nggak tau apa yang kedua orang tua kita kerjakan ketika kita sedang tidak dirumah, mungkin mereka akan memangkas sedikit kebutuhan mereka untuk kebahagian kita, lalu memangkasnya lagi sedikit ketika kita menuntut untuk hal yang lain, lau memanggkasnya lagi lagi dan lagi. memutar otak berjuta kali untuk tetap meihat kita bahagia, kadang kita malah lupa, sempatkah kira berterimakasih kepada kedua nya? seperti yang aku alami bebrapa waktu yang lalu "kalo lagi seneng lupak sam ibu, sekarang kalo nangis larinya ke ibu..." sedikit sadar dan peka kepada orang tua mungkin bisa bikin kita jadi anak yang akan mendoakan kedua orang tua, kadang senyum pun tidak sempat kita berikan kepada keduanya ketika kita sedang bahagia.


KACAU BAGET, sebenernya kita ini ... mungkin aku tepatnya, jadi ngalorngidul ceritanya. udah dulu ahhhh salam #naniannanania :D