Rabu, 12 November 2014

Mahasiswi akhir masa

Ketika pulang dan bertemu kamar, kau akan merasakan sensasi yang seakan mengatakan akhirnya...
Padahal pergipun tak benar-benar pergi meninggalkan tanah ini, tak benar-beanar pergi menjauh hanya beberapa kilo ke arah barat atau ke timur hanya sesekali memutar di jalan yang sama..
Ketika pulang dan berbaring seolah-olah fikir mengajak ku kembali pada beberapa saat yang lalu ketika angin menerpa wajah di jalanan keramaian dan ketika bising perkotaan mengusik telinga..

Kataku juga menguap ketika ku bertemu dengar layar berwarna putih bersih serta huruf-huruf yang berjejalan di bawahnya membuatku gugup mengusir kata-kata di kepala nembekukan ide-ide yang pada awalnya mereka terlihat bagaikan bintang di langit, pada akhirnya tak ada satu kata yang akan menjadi kalimat, layar putih akan tetap menjadi layar yang putih, berganti dengan warna warni wallpeper ketika kuputuskan untuk mengakhiri

Kamis, 24 April 2014

HIDUP?

Hidup ini terus berjalan meski kau diam kelelahan, hidup ini tak akan memberi sedikitpu waktu untuk mu beristirahat karna dia hanya terus melaju kedepan, entah bagaimana kehidupanmu sekarang mungkin kau mundur mungkin juga mengikuti lajur hidupmu.
hidup dan waktu bukan sebuah musuh yang nyata, mereka yang seharusnya membuat mu ingat betapa setiap waktu yang kamu lewatkan merupakan berharga dengan harga yang mahal, sedetik berlalu mungin kamu berfikir itu tidak akan derdampak apa-apa ketika kamu hanya berdiam diri bahkan melamun, coba kamu fikirkan lagi bagaimana ketika sedetik itu Sang punya nyawa menghampiri, berakhir sudah hidupmu dalam detik itu.
mungkin kamu berfikir bahwa seminggu kamu diam di rumah dan mengatakan bahwa itu lah waktu liburmu, tapi tidak kah kamu berfikir ketika seminggu itu kamu berkegiatan akan lebih bermanfat.
atau bahkan kamu berhenti kuliah untuk beberapa waktu, setahun mungkin, kamu berfikir bahwa itulah yang namanya pengangguran yaa itu pengangguran yang membuatmu berfikir kembali mau jadi apa kamu setelah ini.
sekarang ketika semua berjalan lancar bahkan kamu tak menemukan kesulitan yang berarti pada kehidupanmu, melainkan keegoisanmu yang akan menjadi musuh terbesarmu itu lah yang kamu fikir hidup yang indah di situasi nyaman atau kendala sedikit membuat mu merasa terpuruk, bahka kehidupan sekitarmu seperti meinggalkanmu, padahal kamu ada di dalamnya berbaur di kehidupanmu bersama yang lain bahkan terus mencoba untuk setara dengan mereka yang punya kehidupan lain juga yang mengejar kesetaraan itu.
inilah hidup dan waktu yang terus berjalan bahkan semua yang suda berlalu hanya kamu anggap sebagai yang sudah berlalu dan itu pun tak begitu berharga seperti sampah yang tidak kau fikirkan nasipnya akan kah mereka terurai di dalam tanah atau habis termakan usia, begitu juga nantinya hidpmu di kehidupan selanjutnya hanya menjadi kehidupan selanjutnya tanpa kamu rencanakan bahkan kamu syukuri, padahal Tuhanmu telah memberikan semua yang berharga untukmu bahkan seringnya kamu lupakan dan anggap smuanya lalu.
ini kah manusia sesunggunya yang di angkat Tuhannya sebagai pemimpin bumi ini?
ini kah yang selama ini jauh dari fikiran atau sekedar jadi fikiran?
ini kah bahkan seperti omongkosong yang tidak ada gunanya?
smuanya bisa berubah mereka mengatakan lalu apa yang kekal? menurutmu tak ada, padahal sesungguhnya yang kekal itu dekat, sangat dekat bahkan seperti nadimu yang terus berdetak.

membicarakan kehidupan bahkan seperti sesuatu yang usang dan tidak menarik tapi kalau kalian ingat lagi beberapa tahun yang lalu bahkan kalian di lahirkan dengan tidak bisa apa" bahkan kalian terus belajar untuk terus bisa apa", bukan kah itu menarik, seharusnya itu semua yang sudah kalian lakukan bisa menjadi seperti sebuah pencapaian di hidup kalian, aku bersyukur ketika akal ku berjalan menyadari dunia ini begitu luas bahkan kalaupun aku jadi yang paling kaya di dunia aku tidak akan puas dengan smuanya, besyukur aku selalu di ingatkan tentang Tuhan d setiap mebelajaranku sehingga, setidaknya aku masih bisa merasakan kasih dan sayang nya atau setidaknya sedikit ucapan trimakasih untuk smua yang sudah Tuhan beri kepadaku, nafas ini kulit ciklat ini, atau mata yang berkacamata ini...
kadang ketika kutuangkan kata" ini pun hanya sekedar lalu, namun yang kurasa akau akan menjadi baik :)
salam syukurku untuk Tuhan

Sabtu, 15 Maret 2014

dipersimpangan

Malam minggu ini ku laju motor ku di atas 40 km/jam untuk cintaku, ku putar arah untuk bertemu cinta. Aku tau aku salah malam ini meninggalkanmu demi sebuah tanggung jawab sedang yang lain banyak yang menghiraukan, aku tau kamu tak suka dengan kesukaan ku, aku tau kamu ingin aku berhenti meninggalkan semua ini tapi yang kamu lebih tau juga bahwa aku tidak bisa menghentikan langkahku, aku tidak bisa untuk berhenti dalam kesukaanku ini, aku coba meminta maaf, aku coba berkata tapi kataku bagai angin yang berhembus di telingamu. Selalu ketika ku ucapkan kata itu “maaf” kau hanya membelalak dengan berkata “di ulang-ulang terus sih” aku pun jadi salah, rasanya salah dengan apa yang aku lakukan semuanya, saat memasuki rumah makan itu aku bertemu hatiku yang lainya yaa dia yag dulu pernah membuatku bahagia dengan bayangannya masih belum bisa di hilangkan rasa ini hanya dengan dirimu yang sekarang lalu ku fikir sudahlah semua sudah berlalu sekarang waktunya aku dan kamu namun aku pun tidak akan menggubur rasa ini sedalam-dalamnya... Sepulang dari rumah makan itu aku tau kamu yang mau aku di depan menentukan jalur dan lajur perjalanan malam ini aku tau itu menghargaiku namun yang sangat menyakitkannya ketika di persimpangan kota ini kamu meninggalkan ku, kamu berbelok bertentangan dengan jalanku aku melihatmu... Melihatmu mendahului jalur motorku mendahuluiku perlahan menepi dengan lampu sen yang menunjukan arah yang berbeda, di blakang mu ku lihat punggung itu masih tegas menghadap kedepan aku berharap kamu berbalik atau meminggirkan motormu di depan jalan dan mencariku dengan harapku itu ku perlambat jalurku karna dijalan pun sedang ramainya malam mingguan, aku masih mengharapkanmu masih mencari sosok punggung itu di depanku yag menghilang di balik kerumunan kendaraan dipersimpangan malam itu. Ku temukan diriku bersedih setelah persimpangan berlalu, aku sedih melihat mu meninggalkan ku tanpa mencariku tanpa mengucapkan sedikit katapun... Aku bersedih atas kesalahanku malam ini. Terlebih dengan sikapmu tidak hanya kali ini ku temuimu yang seperti ini tidak hanya kali ini kulihat sosok lainmu yang seolah menganggapku tak ada saat di sampingmu bahka situasi ini pernah ku temui di waktu lalu. Aku terus belajar untuk mu semoga kaupun begitu...