mungkin dulu ketika kita tidak ada yang menemani kita mempunyai banyak waktu luang setidaknya untuk sedikit menata kata-kata dan lalu menuangkannya menjadi tulisan, namun sekarang... ketika kita punya seseorang yang senyatanya menemani kita, memperhatikan kita, nungguin kita, marahin kita, sayang sama kita, dengan keadaan seperti itu kadang eseua kata-kata indah mulai berjejeran di kepala, bermunculan entah dari mana, mulai berbaris menyusun kalimat, dari kalimat menjadi barisan, dari barisan menjadi cerita, dan ketika kita akan menyampaikannya dalam tulisan yang biasa kita lakukan saat kita masih sendiri, lalu di perjalanan dia datang menemui dan menanyakan keadaan kita... rasanya semua kata-kata yang sudah berbaris rapi di kepala mereka terbang dengan sayap malaikat entah pergi kemana, mungkin ada beberapa dari kata-kata itu yang berubah jadi perkataan, dan akhirnya tersampaikan pada dia... dia pun memperhatikanmu dengan saksama, sampai kejadian itu berulang berkali-kali... namun ini lah yang terjadi sekarang... sangat jarag rasanya untuk menulis pun sudah tidak seperti dulu, karna kita merasa ada dia, dia bisa kita beri tahu, atau kalo emmeang nggak mau ngasih tau dia mesti akan yang bertanya duluan sebelum sempat kita menceritakannya dalam bentuk tulisan.
