TUGAS
POLITIK LUAR NEGRI
Resume
Pidato Soekarno: Pidato Sekitar Malaysia
Radio
Kuala lumpur: presidon Suekarno sekarang sudah nggak ada artinya, udah nggak
ada yang mau dengar dan mengikuti
perkataannya. Di luar negri nama Republik Indonesia tingginya semercusuar,
dunia menerima konseksi-konseksi dari Indonesia. Tapi Kuala lumpur bilang
Indonesia jatuh dan itu tidak benar, lalu
apa konseksi yang Malaisya berikan kepada umat manusia, Himalaya? Singapur?
Kalimantan utara? Indonesia memberi banyak konseksi Pancasial, ide berdikari,
Tri sakti, Nasakom dan semua ini dikagumi oleh dunia. Berdikari, di Afrika
mengatakan perkataan atau ide-ide presiden Sukarno itu mengelegar. Lalu apa
yang Malaysia lakukan, yang bisa membuat negara lain menggelegar, malah Malaysia
itu adalah negara yang tidak punya idiologi. Satu negara yg di lakukan untuk over
vote.
Indonesia
yg mempunyai ajaran, pancasila, memberikan pancasila pada dunia, mempunyai
trisakti memberikan pada dunia, mempunyai nasakom memberikan pada dunia, mempunyai
ide berdikari memberikan pada dunia. Jika konfrensi AA ke-2 terlaksana di
Aljazair, dan Indonesia menganjurkan berdikari untuk Asia-Afrika, maka lonceng
kematian implearism berbunyi, sebab inti dari imprealism adalah untuk membuat
bangsa-bangsa tidak berdiri pada kaki sendiri, imprealism membuat bangsa-bangsa
memerlukan barang-barang yang di buat oleh imprealis, memerlukan senjata-senjata
dari imprealis, memerlukan bantuan dari imprealis, apakah Malaysia berdikari? Tidak!
Malaysia meminta tolong pada Inggris Australi, New Zealand dalam hal keamanan.
Meminta tolong pada anggota kamenwell samasekali tidak ada berdikar. Sedangkan
Indonesia, Malaya/Singgapur adalah basik dari kekuatan militer Inggris, pusat
kekuatan Inggris, Inggris sekarang sedang memperkuat kekuatan di selatan
pulau dengan basik militernya, jadi Indonesia
dikepung dari utara-selatan tapi kita tidak meminta tolong pada bangsa lain.
Betul kita sedang dikepung, tapi kita rakyat yang sedang di kepung, kita biasa
saja karna kita mempunyai gembelngan, lalu Sukarno melakukan pertemuan dengan
petingi-petinggu dan membicarakan konseksi baru dan kita tidak akan mundur karna
kita bisa menjadi bangsa yang besar.