si bungsu membantu perekonomian keluarga ini agar tetap berjalan dengan membuka warung klontong di depan rumah, sesekali dia membuat bakso ikan dan pempek untuk di jual di warung klontong. setelah solat subuh, seperti biasa aku menyapu halaman depan rumah kami yang sepetak sambil menyapa beberapa tetangga yang berlalu lalang di depan rumah untuk memulai beraktifitas. hari ini matahari begitu terik, sepagi ini cahayanya sudah memasuki rumah kami yang kecil. selesai semua urusan rumah biasanya aku hanya menemani anak si bungsu yang belum bersekolah, terkadang aku teringat si manis anak tetangga yang aku asuh sejak dia masih kecil, mari kuceritakan tentang si manis. hari itu seperti biasa pagi hari di dapur aku menyiapkan sarapan untuk anak-anak ku sebelum semuanya pamit untuk berangkat kerja. dari samping rumah kami yang berhubungan dengan jalan di gang seberang terdengar lari kecil sambil di seret, suaranya amat khas sambil berlari riang anak itu berteriak "neneeeeek" dengan riang gembira, kusambut dengan senyum kecil sambil memotong bumbu tumisan. "assalamualaikum nenek.." iya dia si manis, yang selalu hadir tepat waktu ke rumah ini. sebelum jam tujuh pagi si manis akan berlari kecil di samping rumah ku sambil berteriak memanggilku, kebiasaan yang tak pernah dia lupakan. dua bersaudara itu, si manis dan kakaknya. mereka adalah anak dari seorang guru di lingkup desa kami. kedua orang tuanya bekerja setiap hari sehingga mereka mengamanahkan kedua anaknya untuk di asuh keluarga kami. sejak kecil mereka sudah aku anggap sebagai cucu sendiri, si kakak pada umur setahun sedang si adik yang manis sejak berumur empat puluh hari sudah kami asuh ketika kedua orang tua mereka bekerja. sejak suamiku masih hidup merekalah cucu yang paling di tunggu kehadirannya di rumah ini, meskipun setiap hari kami bertemu. aku jadi teringat ketika itu, kami makan bersama dan si kakak berebutan piring dengan anak kami si bungsu, lalu suamiku menengahi dengan membiarkan kakak yang menggunakan piring tersebut. setiap suamiku pulang memancing dan mendapatkan kepiting muara tidak lupa untuk kami bagi, karena keluarga guru itu sudah kami anggap sebagai anak sendiri. ketika suamiku meninggal keluarga guru itu sedang mudik ke kampung halamannya, memang begitu kebiasaan mereka ketika ramadhan tiba mereka akan pulang ke jawa membawa kakak dan si manis bertemu dengan keluarga besar di kampung. kasihan si manis ketika dia kembali kesini dia tidak menemukan lagi kakek kesayangannya, mungkin jika saat ini si manis mengingat memori apa yang kakek tinggalkan tidak banyak, karena memang masih terlalu kecil waktu itu. dia menangis bersedih, betapa kehilangannya dia atas kepergian suamiku. sekarang setelah bertahun-tahun kepergian suamiku kakak dan si manis pun lekas beranjak dewasa. mereka sudah menjadi anak rantauan seperti kedua orangtuanya. mencari ilmu di kota pelajar sana yang sampai saat inipun aku belum pernah menginjakan kaki untuk menjenguk mereka di rantauan, namun ketika libur tiba itulah waktu yang selalu kutunggu keduanya akan silih berganti menemui ku di rumah ini. yang tersisa saat ini hanya kenangan-kenangan kakak dan si manis. mereka adalah cucu-cucu ku.
Cerita
hidup ini cerita, cerita yang harus di bagi...
Rabu, 01 Maret 2017
Tentang Nenek Imah
si bungsu membantu perekonomian keluarga ini agar tetap berjalan dengan membuka warung klontong di depan rumah, sesekali dia membuat bakso ikan dan pempek untuk di jual di warung klontong. setelah solat subuh, seperti biasa aku menyapu halaman depan rumah kami yang sepetak sambil menyapa beberapa tetangga yang berlalu lalang di depan rumah untuk memulai beraktifitas. hari ini matahari begitu terik, sepagi ini cahayanya sudah memasuki rumah kami yang kecil. selesai semua urusan rumah biasanya aku hanya menemani anak si bungsu yang belum bersekolah, terkadang aku teringat si manis anak tetangga yang aku asuh sejak dia masih kecil, mari kuceritakan tentang si manis. hari itu seperti biasa pagi hari di dapur aku menyiapkan sarapan untuk anak-anak ku sebelum semuanya pamit untuk berangkat kerja. dari samping rumah kami yang berhubungan dengan jalan di gang seberang terdengar lari kecil sambil di seret, suaranya amat khas sambil berlari riang anak itu berteriak "neneeeeek" dengan riang gembira, kusambut dengan senyum kecil sambil memotong bumbu tumisan. "assalamualaikum nenek.." iya dia si manis, yang selalu hadir tepat waktu ke rumah ini. sebelum jam tujuh pagi si manis akan berlari kecil di samping rumah ku sambil berteriak memanggilku, kebiasaan yang tak pernah dia lupakan. dua bersaudara itu, si manis dan kakaknya. mereka adalah anak dari seorang guru di lingkup desa kami. kedua orang tuanya bekerja setiap hari sehingga mereka mengamanahkan kedua anaknya untuk di asuh keluarga kami. sejak kecil mereka sudah aku anggap sebagai cucu sendiri, si kakak pada umur setahun sedang si adik yang manis sejak berumur empat puluh hari sudah kami asuh ketika kedua orang tua mereka bekerja. sejak suamiku masih hidup merekalah cucu yang paling di tunggu kehadirannya di rumah ini, meskipun setiap hari kami bertemu. aku jadi teringat ketika itu, kami makan bersama dan si kakak berebutan piring dengan anak kami si bungsu, lalu suamiku menengahi dengan membiarkan kakak yang menggunakan piring tersebut. setiap suamiku pulang memancing dan mendapatkan kepiting muara tidak lupa untuk kami bagi, karena keluarga guru itu sudah kami anggap sebagai anak sendiri. ketika suamiku meninggal keluarga guru itu sedang mudik ke kampung halamannya, memang begitu kebiasaan mereka ketika ramadhan tiba mereka akan pulang ke jawa membawa kakak dan si manis bertemu dengan keluarga besar di kampung. kasihan si manis ketika dia kembali kesini dia tidak menemukan lagi kakek kesayangannya, mungkin jika saat ini si manis mengingat memori apa yang kakek tinggalkan tidak banyak, karena memang masih terlalu kecil waktu itu. dia menangis bersedih, betapa kehilangannya dia atas kepergian suamiku. sekarang setelah bertahun-tahun kepergian suamiku kakak dan si manis pun lekas beranjak dewasa. mereka sudah menjadi anak rantauan seperti kedua orangtuanya. mencari ilmu di kota pelajar sana yang sampai saat inipun aku belum pernah menginjakan kaki untuk menjenguk mereka di rantauan, namun ketika libur tiba itulah waktu yang selalu kutunggu keduanya akan silih berganti menemui ku di rumah ini. yang tersisa saat ini hanya kenangan-kenangan kakak dan si manis. mereka adalah cucu-cucu ku.
Senin, 27 Februari 2017
mhasiswa baru, bingung jadi mahasiswa lama lagi
Rabu, 12 November 2014
Mahasiswi akhir masa
Ketika pulang dan bertemu kamar, kau akan merasakan sensasi yang seakan mengatakan akhirnya...
Padahal pergipun tak benar-benar pergi meninggalkan tanah ini, tak benar-beanar pergi menjauh hanya beberapa kilo ke arah barat atau ke timur hanya sesekali memutar di jalan yang sama..
Ketika pulang dan berbaring seolah-olah fikir mengajak ku kembali pada beberapa saat yang lalu ketika angin menerpa wajah di jalanan keramaian dan ketika bising perkotaan mengusik telinga..
Kataku juga menguap ketika ku bertemu dengar layar berwarna putih bersih serta huruf-huruf yang berjejalan di bawahnya membuatku gugup mengusir kata-kata di kepala nembekukan ide-ide yang pada awalnya mereka terlihat bagaikan bintang di langit, pada akhirnya tak ada satu kata yang akan menjadi kalimat, layar putih akan tetap menjadi layar yang putih, berganti dengan warna warni wallpeper ketika kuputuskan untuk mengakhiri
Kamis, 24 April 2014
HIDUP?
Sabtu, 15 Maret 2014
dipersimpangan
Rabu, 08 Mei 2013
kata kata kata kata
Senin, 01 April 2013
kok rasa" nya pikiran smakin full sma detlen yg mencekik, sedangkan aksi dri smmua detlen itu rasanya lama bgt, malah terkesan aku nggak ngerjain apa"...
apa mending do somethink and never to thinking?!!
nggak tau lagi deh, akhir" ini sering bgt lupak, apa dikit lupak, dikit" lupak, rasanya harus di catat smua kgiatan yg mau aku tulis, dan rasanya mau kelarin ini smua skarang juga, gawatnya lagi kalo udah niatin mau nggarap skrang tpi malah ada sedikit aja kendala, jdi nggak garap apa".. trus kalo gini aku bsok mau jdi apa? bos? kuli?
ya salaam.. aku blum nemuin bidang kesukaan ku, smpe skrang jga masih nayri" apa yg palling baik buat aku.. tpi ya gtu.. blum dpet jga :|
oke skian keluh kesah hari ini.
